Jumat, 22 Oktober 2010

Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

RasulullahSAW, dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar r.a., Umar r.a., Usman r.a.,dan 'Ali r.a., berada di rumah Sayyidina Ali r.a. Di rumah Ali r.a.isterinya Sayyidatina Fatimah r.ha. puteri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut berada didalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta semua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).
Sayyidina Abu Bakar r.a. berkata: "Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti di atas sehelai rambut".
Sayyidina Umar r.a. berkata:"Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti di atas sehelai rambut".
Sayyidina Usman r.a. berkata : "Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti di atas sehelai rambut".
Sayyidina 'Ali r.a. berkata: "Pera Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu para tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat para tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti di atas sehelai rambut".
Sayyidina Fatimah r.ha.berkata: "Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti di atas sehelai rambut".
Rasulullah SAW berkata:"Seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti di atas sehelai rambut".
Malaikat Jibril AS berkata: "Menegakkan ciri-ciri agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti di atas sehelai rambut".
Allah SWT berfirman, " Syurga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat Syurga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju Syurga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
Begitulah ucapan-ucapan yang diutarakan oleh Allah taala, Malaikat Jibril alaihissalam, Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat r.anhum yang menggambarkan bahwa matlamat hidup seseorang ciptaan Allah taala,khususnya manusia adalah semata-mata penghujungnya untuk menegakkan Agama Islam di atas bumi ini. Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar